Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Kemenag Nabire Gelar FGD Bersama Ketua Prodi HKI STAI Asy-Syafi’iyah Nabire.


Nabire — Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Kementerian Agama Kabupaten Nabire menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) STAI Asy-Syafi’iyah Nabire, Bapak Dr. Abdul Rahim, S.Sy.,S.Ag.,M.H., pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Islamic Center Nabire dan dihadiri oleh berbagai unsur strategis keagamaan di Kabupaten Nabire, termasuk Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab.Nabire dan DMI Kab.Nabire. 

FGD tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Kemenag Kab.Nabire Bapak Robert Wopairi, S.Th. dan diikuti oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Nabire, Dewan Masjid Indonesia (DMI), para Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), tokoh-tokoh agama se-Kabupaten Nabire, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antar lembaga keagamaan dalam meningkatkan tata kelola masjid serta peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Dalam diskusi yang berlangsung secara interaktif, Ketua Prodi HKI STAI Asy-Syafi’iyah Nabire memaparkan pentingnya revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) dan fungsi masjid serta sinergi antara BKM-DMI-Takmir Masjid dalam pengelolaan aset, administrasi kelembagaan, serta penyelesaian persoalan keumatan yang berbasis hukum Islam. Hal ini dinilai relevan dengan tantangan masjid di era modern yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Dalam pemaparannya, Dr. Abdul Rahim, menekankan pentingnya sinergi peran BKM dan DMI karena dinilai memiliki fokus yang sama yaitu bagaimana Masjid hari ini bisa lebih berperan dalam menjalankan fungsi Ibadah, Tarbiyah dan Sosial. Sekaligus beliau menekankan pentingnya penggunaan dana masjid untuk mendukung peran Masjid dalam tiga sektor tersebut sebagai fungsi fundamental sebuah Masjid.

Sejalan dengan perwakilan BKM Kemenag Nabire sekaligus ketua panitia kegiatan tersebut, Bapak Rawi Allan Iriandi, S.E.,S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa FGD ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi para pengelola masjid dan tokoh agama, sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masjid dan jamaah. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan elemen masyarakat diharapkan mampu melahirkan rekomendasi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Para peserta FGD menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap agar forum diskusi semacam ini dapat dilaksanakan secara rutin. Dengan adanya komunikasi dan kolaborasi yang intensif, masjid di Kabupaten Nabire diharapkan dapat semakin berdaya, profesional dalam pengelolaan, serta berkontribusi aktif dalam menjaga kerukunan dan pembangunan umat.

Kegiatan FGD ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan rekomendasi bersama sebagai bahan tindak lanjut bagi BKM Kemenag Nabire dan seluruh pemangku kepentingan keagamaan di Kabupaten Nabire, termasuk harapan besar dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Nabire untuk kedepannya kolaborasi BKM-DMI-MUI dalam mengawal kesejahteraan Masjid dan fungsi Masjid sesuai konteks kekinian.